Salam merupakan ungkapan untuk mengekspresikan kebaikan atau suka cita. di Jepang, budaya salam (aisatsu) sangat dijunjung tinggi sehingga dimanapun berada, orang Jepang selalu mengucapkan salam baik itu kepada teman, keluarga atau rekan kerja.
Di materi kali ini mari kita pelajari beberapa ungkapan salam dalam bahasa Jepang.
| Kosakata | Romaji | Arti |
|---|---|---|
| おはようございます | Ohayoo(gozaimasu) | Selamat Pagi |
| こんにちは | Konnichiwa | Selamat Siang |
| こんばんは | Konbanwa | Selamat Malam |
| おやすみなさい | Oyasumi(nasai) | Selamat Tidur |
| ありがとうございます | Arigatoo(gozaimasu) | Terima kasih |
| すみません | Sumimasen | Maaf, Permisi |
| いいえ | Iie | Tidak apa-apa, sama-sama |
| いってきます | Ittekimasu | Aku berangkat |
| いってらっしゃい | Itterasshai | Hati-hati di jalan |
| ただいま | Tadaima | Aku pulang |
| おかえりなさい | Okaeri(nasai) | Selamat kembali |
| いただきます | Itadakimasu | Terima kasih atas sajiannya (sebelum makan) |
| ごちそうさまでした | Gochisoosama(deshita) | Terima kasih atas sajiannya (setelah makan) |
| さようなら | Sayoonara | Sampai jumpa |
Ungkapan yang bertanda kurung bersifat situasional. maksudnya kita bisa menggunakannya ataupun tidak, tergantung dengan siapa kita berbicara. Untuk ragam formal atau hormat, sebaiknya diucapkan secara lengkap, namun untuk situasi kasual kita cukup mengucapkan secara singkat.
Penulisan ‘wa’ dalam ‘konnichiwa’ dan ‘konbanwa’ ditulis dengan huruf hiragana ‘は(ha)’.
いいえ(iie) biasanya lebih digunakan saat mengatakan ‘tidak’. namun dalam konteks berterima kasih, ‘iie’ berarti sama seperti ungkapan dalam bahasa Indonesia ‘sama-sama’. atau dalam konteks meminta maaf ‘iie’ berarti ‘tidak masalah’.
Ada beberapa ungkapan perpisahan dalam bahasa Jepang. hal tersebut bergantung pada jangka waktu yang digunakan. Sayoonara biasanya diucapkan ketika kita tahu bahwa kemungkinan untuk bertemu lagi dengan lawan bicara sangat kecil. Berikut adalah ungkapan yang lebih biasa digunakan dalam keseharian
“じゃあ、また。(Jaa, mata)”.
Digunakan ketika kita tahu akan bertemu lagi dalam waktu dekat.
“しつれいします。(Shitsureishimasu)”
Digunakan ketika meninggalkan ruangan guru, sebagai contoh.
Ittekimasu dan itterasshai diucapkan satu paket. Biasanya digunakan ketika anggota keluarga pergi dari rumah untuk sekolah, bekerja maupun aktivitas lainnya. Orang yang pergi mengucapkan “ittekimasu” yang secara harfiah berarti “Aku akan pergi dan kembali.” dan anggota keluarga merespon dengan “itterasshai” yang berarti “pergilah dan pulang”.